"Kami rindu dengan musik angklung dari tanah air ini, saya ingin sekali musik ini dimainkan di KBRI Kuala Lumpur, supaya bisa mengobati sedikit rasa rindu masyarakat Indonesia terhadap tanah air", demikian permintaan Suryana Sastradiredja selaku Minister Counsellor Pensosbud.
Meskipun KBRI Kuala Lumpur merupakan Kedutaan Besar Republik Indonesia tersibuk di Dunia, seperti tertulis dalam buku profil KBRI, kami merasakan langsung bagaimana ramah dan bersahabatnya para pejabat, staff serta warga negara yang sedang berada di KBRI Kuala Lumpur ini.
Setelah ketibaan kami yang diatur sesuai dengan jadwal pada jam 12 tanggal 15 Maret 2011, lalu dilakukan ramah tamah singkat serta saling tukar cindera mata.
SYAE Arumba Angklung Bamboo Music dari Bandung melantunkan lagu-lagu dengan menggunakan perangkat musik yang umumnya terbuat dari Bambu, kombinasi permainan begitu antara angklung dengan arumba. Mereka yang hadir terlihat menikmati alunan musik-musik yang dibawakan oleh para pemain.
"Saya senang sekali mendengarkan musik itu, sudah sangat lama saya tidak mendengarnya. Dulu waktu masih kecil, sekitar 40 tahun lalu, saya sempat bermain angklung di tanah air. Penampilan mereka sangat menarik, apalagi dengan berbagai manuver permainan serta kepiawaian para pemain, membuat musik yang disajikan sangat hidup. Saya berharap nanti kami bisa menikmatinya lagi di Kuala Lumpur ini", kata Arief Rahman yang mengaku pengusaha dan sudah 30 tahun di Kuala Lumpur.




0 komentar:
Poskan Komentar