17 Maret 2011, magrib. Baru saja bis kami sampai di Pintu Gerbang utama UiTM Dungun Terengganu, sekelompok anak muda sudah menunggu kami. Kampus yang memiliki mahasiswa aktif sekitar 7000 orang ini terlihat bersahaja, kampusnya menghadap ke pantai yang indah. Beberapa orang dari kami turun dari Bis menemui mereka, dan mereka menyambut kami dengan hangat. Lalu mengenalkan diri satu persatu, dan berbincang singkat tentang rencana setelah kedatangan ini. Selanjutnya, satu orang dari mereka, Nida naik ke Bus menyambut kami semua dengan sapaan akrab. "Selamat datang di UiTM Dungun", katanya. Semua penumpang di Bus pun menyambut sapaan Nida dengan hangat.
Kami dipandu oleh Nida untuk diantarkan ke asrama yang telah disediakan, mereka menyebut asrama dengan istilah college. Di perjalanan, kami sedang melihat sedang banyaknya stand-stand berdiri dan memajangkan barang-barang. Kawan-kawan dari UiTM Dungun menerangkan bahwa pada saat kedatangan kami tersebut sedang berlangsung College Festival, ajang ini merupakan pameran dan penjualan berbagai aneka barang serta makanan yang disajikan oleh masing-masing college. Tentu saja banyak dari kami yang bergembira, apalagi kebanyak stand berdiri di dekat college yang mereka tempati.
Malam, ketika jamuan makan malam tiba, salah seorang pejabat dari UiTM Dungun, menghampiri kami, beliau adalah Mohamad Taufik Ithnin, dari Penolong Hal Ehwal Pelajar, kemudian kami pun bercerita dalam berbagai hal, termasuk untuk rencana kegiatan esok hari dengan kawan-kawan penyelenggara kegiatan Penampilan Angklung yang mereka sebut sebagai acara Angklung Festival.
18 Maret 2011 dilaksanakan workshop pembuatan angklung, yang diikuti oleh 68 orang peserta. Pelatihan dilaksanakan sekitar 3 jam. Semua dibagikan bambu. Seperti terlihat pada poto Amieza Ahmad dan Kawan-kawan saat Workshop Angklung.
Kemudian peserta diajak untuk meraut bambu seperti terlihat pada poto Akmal Ibtisam.
Setelah bambu diraut, lalu disesuaikanlah nada yang ingin dihasilkan.
Sehingga akhirnya terciptalah sebuah angklung buatan mereka sendiri.
Here they are... Angklung Made in UiTM Dungun Terengganu!
I Love my own angklung!
Sorenya, dalam waktu sekitar 20 menit saja, mereka peserta workshop tadi mampu dilatih untuk siap tampil pada acara utama malam tersebut. Sehingga penampilan pagelaran Musik angklung pun ditampilkan dalam kolaborasi antara UiTM Dungun dengan Arumba, penampilan kolaborasi ini merupakan acara pembuka, dengan alunan Shalawat Badar.
Penampilan Angklung & Arumba
Penampilan musik Arumba oleh SYAE Arumba Angklung Music di UiTM Dungun
Nyanyi bersama antara Mahasiswa UiTM Dungun dengan Penyanyi Dari SYAE Arumba: Khanza (Penyanyi Idola Cilik) dan Arlinda Febrian.
Penampilan yang dibawakan oleh SYAE Arumba Angklung Bamboo Music terlihat cukup menghibur penonton yang ada, apalagi tepukan meriah hampir tiada henti semenjak acara dimulai hingga acara berakhir, khususnya setiap satu sesi nyanyian hiburan ditampilkan.
Begitu juga ketika kelompok tari dari UiTM menampilkan tarian khas dari Dungun, terasa acara ini begitu sempurna bagi semua yang hadir.
Pada acara ini juga dilakukan pertukaran cindera mata antara UiTM Terengganu yang diserahkan oleh Rektor UiTM Dungun Yang Mulia Prof Madya Tengku Yusoff Tengku Mahmud dengan SYAE Arumba yang diserahkan oleh Jack Febrian.
Foto Bersama dengan pemain SYAE Arumba Angklung Bamboo Music Bandung dengan UiTM
Meskipun acara berakhir sekitar jam 23 malam, Rektor Yang Mulia dengan istrinya, juga En Azahari Abdul Aziz selaku Timbalan Rektor (HEP) serta beberapa tuan rumah penting lainnya mendampingi kami semenjak acara dimulai hingga kami siap untuk berangkat dari UiTM Dungun pada jam 2 pagi (tengah malam). Saat bus kami berangkat, Tuan Rumah pun melambaikan tangan mereka sambil kami sama-sama berharap bisa kembali bersama di waktu berikutnya. Terima kasih untuk semua kawan-kawan dan saudara-saudara kami di UiTM Dungun. Dan, perjalan pun kami lanjutkan menuju Kuala Lumpur International Airport...




















0 komentar:
Poskan Komentar